Infaq Ramadhan – Banyak cara mendermakan harta kita di jalan Allah. Salah satunya dengan berinfaq. Umat Islam pun sudah tak asing lagi dengan aktivitas mulia ini. Perintah Allah bagi umat Muslim untuk berinfaq ada di dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 195, “Berinfaqlah di jalan Allah. Janganlah menjerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
Lalu apakah pengertian infaq? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), infaq bermakna pemberian (sumbangan) harta dan sebagainya (selain zakat wajib) untuk kebaikan; sedekah; nafkah. Adapun dilansir dari buku Khazanah Islam, Perjumpaan Kajian dengan Ilmu Sosial oleh Ahmad Rajafi, asal kata infaq adalah anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Sementara secara istilah (syariat), infaq memiliki arti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam.
Sebagaimana sedekah, infaq sangat baik dikeluarkan saat bulan Ramadhan. Bagaimana tidak? Dengan balasan pahala berlipat ganda, siapa yang tak ingin menafkahkan hartanya di jalan Allah? Orang beriman akan memanfaatkan kesempatan emas bersua Ramadhan dengan berinfaq. Dana infaq bisa untuk menyumbang masjid, kegiatan syiar Islam, mendukung pembangunan ponpes, dan seterusnya.
Infaq Ramadhan – Pahala Luar Biasa
Siapa yang ingin meraih pahala luar biasa? Pasti jawabnya, “Saya!” Memberikan infaq di bulan Ramadhan menjadi salah satu kuncinya. Apa sajakah keistimewaan pahala berinfaq di bulan mulia ini?
Pertama, mendapatkan pahala senilai amalan wajib. Berinfaq yang awalnya berrnilai sunah, jika dikerjakan di bulan Ramadhan, insya Allah akan mendapatkan pahala senilai amalan wajib.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Barangsiapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barangsiapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan” (HR. Bukhari Muslim).
Kedua, pahala yang berlipat ganda. Di luar bulan Ramadhan saja, orang yang bersedekah dijanjikan oleh Allah mendapatkan pahala yang besar, apalagi di bulan Ramadhan. “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 261).
Ketiga, pahalanya dobel-dobel. Dari Abu Hurairah radiyallaahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, karena puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya” (HR. Bukhari Muslim). Insya Allah, berdonasi di bulan Ramadhan juga akan berlipat pahalanya, apalagi jika dilakukan bersamaan dengan puasa.
Baca Juga: Ramadhan, Waktu Terbaik untuk Bersedekah
Keempat, mengantarkan pada ridha-Nya. menggabungkan shalat, puasa, dan sedekah dapat mengantarkan pada ridha Allah ta’ala. Bukankah menggapai ridha Allah merupakan tujuan dari segala tujuan seorang hamba bertindak dalam hidupnya?
Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menyatakan, “Puasa, shalat, dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, ‘Shalat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarnya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja'” (Lathaif al-Ma’arif, hlm. 298).
Masya Allah! Berkah melimpah semoga tercurah bagi hamba Allah yang tulus memberikan infaq di bulan Ramadhan.
Adab Berinfaq – Infaq Ramadhan
Agar infaq yang kita berikan bernilai lebih di hadapan Allah, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan, di antaranya
Pertama, luruskan niat. Innamal a’malu binniyah. Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya. Dan Allah subhanahu wa ta’ala akan membalas sesuai niat seseorang melakukan sesuatu. Luruskan niat dalam berinfaq, semata-mata karena hendak meraih ridha-Nya. Bukan untuk mendapatkan pujian manusia.
Kedua, memberikan harta terbaik. Harta yang diinfaqkan sebaiknya berasal dari hasil usaha yang halal dan terbaik. Harta haram yang diinfaqkan tak serta-merta berubah menjadi halal. Maka berhati-hatilah dalam mencari harta. Dengan tetap berpegang pada syariat-Nya.
Ketiga, mendahulukan komunitas atau orang yang lebih membutuhkan. Seperti fakir miskin, orang-orang yang sedang menuntut ilmu, dan keluarga yang membutuhkan bantuan.
Keempat, merahasiakan saat berinfaq. Biarlah hanya diri kita dan Allah yang mengetahuinya. Hal ini untuk menjaga keikhlasan. Bukankah saat tangan kanan menberi, bahkan tangan kiri saja hendaknya tak diberi tahu? Kecuali jika ada kepentingan tertentu, seperti mengajak orang lain untuk berinfaq, atau sebagai laporan bahwa amanah infaq telah tertunaikan.
Kelima, mendoakan penerima infaq. Agar harta yang diinfaqkan membawa manfaat dan keberkahan.
Keenam, tidak menunda-nunda berinfaq. Memberikan infaq sebaiknya dilakukan segera selagi ada kesempatan. Mumpung rezeki lapang, badan masih sehat, dan raga merasakan kehidupan. Karena kita tidak tahu, kapan ajal datang menyapa.
Ketujuh, ikhlas dan tidak mengungkit-ungkit infaq. Tak usah merasa diri paling hebat dengan infaq yang kita berikan. Apalagi sampai memamerkannya pada manusia lainnya. Hal ini agar infaq tidak menjadi sia-sia.
Itulah penjelasan tentang berinfaq di bulan Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan, terutama mendapatkan pahala berlipat ganda hingga mampu meraih ridha-Nya. Semoga setiap infaq yang kita tunaikan menjadi ladang pahala dan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita. Berinfaq di bulan Ramadhan? Yuuk!