Siapa yang ingin bahagia? Pasti jawabnya, “Saya!” Siapa sih manusia yang tak ingin bahagia? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahagia dimaknai sebagai keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).
Pada masyarakat bercorak kapitalisme sekuler, mereka memandang bahagia ketika memiliki harta banyak, gaji tinggi, jabatan bergengsi atau popularitas. Namun nyatanya, sering terjadi orang berharta, gaji melimpah, jabatan tinggi, dan populer tapi tidak mendapatkan kebahagiaan hakiki. Ada yang hidup gelisah, stres, hingga depresi.
Sementara Islam sebagai agama sempurna mengajarkan bahwa kebahagiaan hakiki akan diraih manakala seorang hamba berada dalam ridha Allah ta’ala. Satu-satunya jalan untuk meraihnya adalah dengan menaati perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Jika seseorang kurang harta tetapi memperolehnya dengan cara sesuai aturan Allah subhanahu wa ta’ala, maka ia tetap bersyukur dan bahagia. Pun dalam kondisi lainnya.
Muslim yang meraih kebahagiaan hakiki, insya Allah juga akan menuai sukses sejati. Syaratnya, ia lebih mengutamakan akhirat, sebagaimana hadis dari Abu Musa al-Asy’ari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja yang mencintai dunianya, dia telah mendatangkan kerugian bagi akhiratnya. Siapa yang mencintai akhiratnya, dia telah mendatangkan kerugian bagi dunianya. Karena itu, pilih dan utamakanlah yang kekal daripada yang fana” (HR. Ahmad, al-Baihaqi dan al-Hakim).
Menyucikan diri dan harta dengan Infaq Ramadhan
Siapakah mereka? Di antaranya adalah orang-orang yang membersihkan diri, mengingat Allah, dan mengerjakan shalat. Mereka dinyatakan sebagai orang yang mendapatkan falah (kemenangan, kesuksesan, selamat dari neraka, dan masuk surga). Penegasan yang sama juga disebutkan dalam QS. asy-Syams: 9.
Demikian pula, orang yang memberikan hartanya untuk menyucikan diri dan semata mencari ridha Allah, juga dijanjikan akan dijauhkan dari neraka yang menyala-nyala (QS. al-Lail: 17-20). Pun surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya (QS. Thaha: 76).
Salah satu aktivitas memberikan harta demi menyucikan diri dan harta itu sendiri adalah infaq. Infaq bisa untuk membantu kaum dhuafa memenuhi kebutuhannya maupun mendukung program-program kemaslahatan umat seperti renovasi masjid, operasional pondok pesantren, penyediaan sarana air bersih, pelayanan kesehatan, dan seterusnya. Terlebih infaq yang tertunaikan di bulan Ramadhan, insya Allah keutamaannya akan lebih banyak lagi. Inilah sarana tepat untuk meraih kebahagiaan hakiki.
Bahagia Hakiki Itu Membahagiakan
Muslim yang mampu meraih kebahagiaan hakiki, dialah yang juga akan menebar bahagia bagi sesama. Karena dia tahu, itu adalah amalan yang disukai Allah hingga Dia meridhainya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik orang adalah yang dapat memberi manfaat kepada sesama” (HR. Ath Thabrani).
Termasuk di dalamnya adalah orang yang mampu membahagiakan orang lain. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah subhanahu wa ta’ala setelah melaksanakan berbagai hal yang wajib adalah menggembirakan Muslim yang lain.”
Adapun cara membahagiakan sesama bisa dengan aneka tindakan. Yang utama adalah tidak melanggar aturan syara’. Bisa dengan perkataan menyenangkan, sikap rendah hati, suka menolong, berinfaq berupa barang atau uang, dan sebagainya.
Dalam kitab Al ‘Athiyyatul Haniyyah dijelaskan, “Barangsiapa yang membahagiakan orang mukmin lain, Allah ta’ala menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakan orang lain.”
Bahkan dalam kitab Qami’uth Thughyan diceritakan, ada orang yang berlumur dosa, namun kemudian Allah ta’ala melebur dosa-dosanya. Baginda Nabi bertanya kepada malaikat Jibril, “Sebab apa gerangan Allah mengampuni dosa-dosa orang itu?” Malaikat Jibril menjawab, “Karena ia memiliki anak kecil. Ketika pulang dari bepergian, saat ia masuk ke rumahnya, ia disambut putranya yang masih kecil, lalu ia memberikan buah tangan yang membuat sang buah hati bahagia. Kebahagiaan anak inilah yang mengakibatkan ia memperoleh kaffaratudz dzunub (dosa yang diampuni).”
Inilah keistimewaan bagi orang yang gemar membahagiakan sesama, yaitu dosa-dosanya diampuni dan amalnya disukai oleh Allah ta’ala.
Raih Bahagia dan Membahagiakan dengan Infaq Ramadhan
Di bulan Ramadhan, banyak cara berinfaq yang akan mendatangkan ridha Allah ta’ala sekaligus membuat orang lain merasa bahagia. Berikut beberapa infaq yang bisa dilakukan:
1. Memberikan makanan untuk berbuka puasa
Salah satu infaq yang sangat bermanfaat di bulan Ramadhan adalah memberikan makanan untuk berbuka puasa, baik berupa makanan ringan, nasi bungkus, atau paket makanan lengkap. Ini bisa dilakukan di masjid, panti asuhan, atau kepada orang yang membutuhkan di sekitar lingkungan kita.
2. Menyumbangkan pakaian baru atau layak pakai
Banyak orang yang mungkin tidak memiliki pakaian baru atau layak untuk merayakan Idul Fitri. Menyumbangkan pakaian baru atau bekas yang masih layak pakai dapat membuat mereka merasa bahagia.
3. Menyumbang dana untuk pendidikan atau kesehatan
Infaq berupa dana untuk membantu anak-anak dhuafa mendapatkan pendidikan atau mereka yang membutuhkan biaya pengobatan akan sangat berarti bagi mereka.
4. Bantuan Sembako
Sembako menjadi kebutuhan utama yang banyak dibutuhkan oleh keluarga kurang mampu. Membagikan sembako di bulan Ramadhan akan meringankan beban mereka.
5. Bantuan Untuk Anak Yatim
Berinfaq untuk anak-anak yatim sangat dianjurkan dalam agama Islam. Dan di bulan Ramadhan, memberikan perhatian lebih kepada mereka bisa membuat mereka bahagia
6. Membagikan Al-Qur’an atau buku agama
Infaq barang berupa Al-Qur’an atau buku agama sangat bermanfaat untuk memperdalam ilmu agama, terutama bagi mereka yang belum memiliki akses memilikinya
7. Mengadakan program cinta kasih
Anda bisa berinfaq dengan mengadakan program yang mengajak masyarakat untuk berbagi, seperti program “seratus rupiah sehari” atau lainnya yang mengumpulkan dana, lalu disalurkan kepada kaum dhuafa.
Dengan niat ikhlas dan hati penuh kasih, setiap bentuk infaq di atas akan membawa kebahagiaan bagi orang lain di bulan Ramadhan, khususnya untuk mereka yang membutuhkan. Pun bagi pemberi, bisa mendapatkan kebahagiaan hakiki yaitu meraih ridha Ilahi. Jadi, masih ingin merasakan kebahagiaan hakiki? Yuk infaqkan sebagian harta kita di bulan nan mulia ini.