Infak dan sedekah menjadi salah satu sektor yang paling banyak kontribusinya di dalam membantu penanggulangan kemiskinan, kelaparan, bencana dan ketimpangan sosial di Indonesia. Sifat masyarakat Indonesia yang hangat dan penuh kepedulian membuat mereka senantiasa berusaha menyisihkan sedikit demi sedikit hartanya untuk membantu sesama. Selain karena sifat dasarnya itu, ada tujuan ukhrawi yang lebih tinggi, yang mendorong mereka untuk berinfak dan sedekah. Yakni, karena berharap keridhoan Allah semata.
Di dalam Islam, Allah Ta’ala dan Rasul-Nya berkali-kali menyampaikan keutamaan infak dan sedekah bagi umat muslim. Di antaranya sebagai berikut:
1. Membentengi harta
Ketika seseorang diberi kelapangan rezeki berupa harta yang banyak, sering muncul pertanyaan bagaimana cara agar hartanya tetap terjaga. Karena itulah ramai orang menyewa petugas keamanan untuk melindungi rumahnya dari pencurian. Uang yang jumlahnya tak terhingga disimpan di bank, bunker atau di mana saja yang dirasa aman dari pencurian.
Akan tetapi harta benda yang kita miliki tidaklah abadi. Mudah saja bagi Allah Ta’ala untuk mengambilnya kembali. Hanya dalam sekejab mata, orang kaya bisa jatuh miskin. Entah lewat musibah bencana alam yang meludeskan semua kekayaan yang dimiliki, atau barangkali lewat ujian lainnya sehingga harta di tangan tak bersisa lagi walau sepeser pun. Tak ada perusahaan keamanan mana pun di dunia ini yang bisa menjamin agar harta seseorang tetap terjaga keberadaannya hingga dunia kiamat. Di dalam Islam, kita diajarkan cara untuk membentengi harta.
Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam:
“Bentengilah harta-harta kalian dengan zakat.” (HR. Ath-Thabrani)
“Tidaklah musnah harta yang ada di daratan atau di lautan kecuali oleh sebab tidak dikeluarkan zakatnya. (HR. Ath-Thabarani)
Maka, mengeluarkan harta kita dalam bentuk zakat adalah salah satu cara untuk membentengi harta baik dari kejahatan manusia atau pun dari musibah yang datang mendera.
2. Menyembuhkan Penyakit
Di dunia yang bergerak semakin cepat dan canggih ini, beragam penyakit muncul dan ditemukan obatnya. Akan tetapi, seringkali kemajuan teknologi dalam dunia pengobatan dan kedokteran tidak mampu melawan ganasnya penyakit yang bersarang di tubuh manusia. Berbagai ikhtiar sudah dicoba agar mendapat kesembuhan. Jutaan hingga milyaran dana digelontorkan. Tapi ketika Allah jadikan penyakit itu sebagai ujian, tak ada obat manapun yang mampu menghalaunya.
Islam mengajarkan umatnya untuk berikhtiar mencari kesembuhan lewat jalan-jalan yang halal. Berobat ke rumah sakit atau menjalani terapi dengan bantuan tenaga ahli.
Seringkali saat sudah merasa putus asa dan buntu sebab penyakit tak kunjung sembuh, ramai manusia berpaling kepada praktik perdukunan. Padahal ini adalah jalan yang salah lagi dibenci oleh Allah Ta’ala.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan bahwa selain dengan berobat medis, manusia juga bisa berikhtiar sembuh lewat doa dan sedekah.
“Sembuhkan orang sakit di antara kalian dengan bersedekah.” (HR. Ath-Thabrani).
Ada banyak kisah orang-orang yang akhirnya mengalami kesembuhan setelah banyak bersedekah. masyaAllah.
3. Melipatgandakan Harta
Ramai orang-orang mengeluarkan hartanya untuk diinvestasikan dalam berbagai jenis usaha. Dengan harapan harta yang dimiliki makin bertambah banyak jumlahnya dari hari ke hari. Akan tetapi, ramai juga manusia yang pada akhirnya mengalami penipuan investasi, hingga harta yang sudah dikeluarkan jor-joran tak pernah kembali. Jangankan mendapatkan untung, yang ada malah buntung.
Yang membuat sedih dan miris, banyak juga saudara muslim yang tergiur dengan praktik penggandaan uang lewat jalur perdukunan. Dari zaman dahulu sampai saat ini, selalu ada korbannya. Padahal selain haram, itu juga merupakan praktik penipuan yang jelas tak pernah ada hasilnya.
Sebagai seorang Muslim, salah satu bentuk keimanan kita adalah percaya bahwa rezeki itu datangnya dari Allah Ta’ala yang Maha Kaya. Allah Ta’ala meminta kita untuk selalu tawakal dan ikhtiar maksimal lewat jalan yang halal untuk mendapat rezeki yang halal dan berkah.
Kadang kala, memang Allah uji manusia dengan kesempitan rezeki. Akan tetapi, di lain sisi, Allah Ta’ala juga perintahkan kita untuk bersedekah dalam rangka membuka pintu-pintu rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.
“Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At-Thalaq:2-3)
Allah Ta’ala juga menjanjikan balasan yang berkali lipat lebih banyak kepada siapa saja yang menginfakkan hartanya untuk kebaikan.
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhoan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di datara tinggi yang disiram hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat.” (QS. Albaqarah: 265)
Begitulah Maha Penyayang dan Maha Adil-nya balasan dari Allah
4. Mensucikan Jiwa
Hati merupakan sarang penyakit jiwa, tempat berkumpulnya perasaan-perasaan negatif. Iri, kebencian, keserakahan, kemunafikan datang silih berganti menempati hati kita. Karena itulah pentingnya bagi seorang muslim untuk mensucikan jiwanya. Sehingga hati kita dipenuhi dengan kebaikan, meningkatnya keimanan sehingga terbentuklah akhlak yang mulia sebagai seorang muslim.
Allah Ta’ala memerintahkan manusia untuk berinfak, sedekah dan berzakat untuk mensucikan jiwanya.
“Ambillah sedekah (zakat) dan sebagian harta mereka,dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan diri mereka.” (QS. At-Taubah: 103)
Maka perbanyaklah bersedekah, agar Allah Ta’ala sucikan jiwa kita dengan kebaikan dan ketaatan.
5. Mencegah Bencana
“Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat kecuali Allah memberi bencana dengan kelaparan dan kekeringan.” (HR. Ath-Thabrani)
Ditimpa bala bencana memang menjadi sebuah ujian yang tak kalah beratnya. Oleh karena itu, semua manusia berusaha untuk bisa terhindar dari bencana. Bahkan sebagian umat muslim masih ada yang meyakini penggunaan jimat untuk penangkal benacana, padahal itu adalah tindakan syirik, menduakan Allah Ta’ala yang sangat besar dosanya. Islam mengajarkan kita untuk mengeluarkan harta melalui infak dan sedekah, sebab kedua hal ini memiliki keutamaan bisa mencegah datangnya bencana. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam:
Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat kecuali Allah menahan turunnya hujan.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Itulah beberapa fadhilah infak dan sedekah di dalam Islam. Semoga setiap muslim semakin termotivasi untuk memaksimalkan infak dan sedekahnya di setiap waktu, terutama di bulan Ramadhan.