Infaq. Setiap Muslim pasti mengenal kata ini. Bahkan banyak yang telah melakukannya. Namun apakah makna infaq sesungguhnya? Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan, membelanjakan uang atau harta. Definisi menurut Kitab At-Ta’rifat Syaikh Al Jurjani, infaq berkaitan dengan amal materi (harta/mal).
Infaq merupakan salah satu amalan mulia yang sangat ditekankan karena manfaat dan keutamaannya yang luas, baik bagi pemberi maupun penerima. Infaq yaitu mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan lain tanpa mengharapkan balasan dari yang diberi, memiliki nilai tersendiri di mata Allah dan menduduki tempat istimewa dalam ajaran Islam.
Kisah Para Sahabat Nabi Dalam Berinfaq
Karena keistimewaannya inilah, para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam rajin berinfaq. Bahkan dengan nilai dan kualitas yang fantastis. Sebut saja misalnya Abu Bakar ash-Shiddiq. Beliau pernah menebus Bilal untuk dimerdekakan dari perbudakan dengan menggunakan uang pribadinya senilai 9 uqiyah emas. Ini setara dengan sekitar 114 juta rupiah. Sementara Umar bin Khaththab berwasiat agar sepertiga dari kekayaannya disedekahkan untuk kepentingan dakwah Islam. Kekayaan Umar saat itu mencapai 40.000 dinar atau pun dirham. Jika dikonversi, nilainya setara 612 miliar rupiah.
Adapun Utsman bin Affan pernah menyumbangkan 300 unta dan 1000 dinar emas demi kebutuhan umat Islam di masa Perang Tabuk. Jika dikonversi, 300 ekor unta setara 3,6 miliyar rupiah dan nilai 100 dinar emas setara 1,7 miliar rupiah. Nilai sedekah ini kabarnya juga ditambah dengan 30.500.000 dirham perak dan 100.000 dirham emas yang telah diwasiatkannya untuk diinfaqkan bagi dakwah Islam ketika ia meninggal. Total nilai emas dan perak ini setara dengan 7,2 triliun rupiah.
Sahabat Rasulullah lainnya yang suka berinfaq adalah Abdurrahman bin Auf. Ia pernah menginfaqkan harta pribadinya sebesar 200 uqyiah emas untuk umat Islam yang bertempur di perang Tabuk. Nilai ini akan setara dengan 2,5 miliar rupiah. Inilah beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang dermawan. Kisah ini semoga menjadi inspirasi bagi umat Islam agar tak menahan harta (pelit) dalam berinfaq. Terlebih di balik setiap rupiah yang kita infaqkan ada hikmah yang akan diperoleh, baik bagi pemberi maupun penerimanya. Apa sajakah itu?
Dalil Al Quran – Perintah Berinfaq
Perihal perintah untuk menafkahkan harta ini, Allah subhanahu wa ta’ala telah menjelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Di antaranya adalah:
Pertama, surat Ali Imran ayat 92. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Tidak akan sekali-kali kamu memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfaqkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infaqkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya (infaq).”
Kedua, surat Al-Baqarah ayat 267. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan, “Wahai orang-orang yang beriman! Infaqkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik …”
Ketiga, surat Al-Baqarah ayat 254. Perintah bagi orang beriman di antaranya adalah “Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah sebagian dari rezeki (mu) yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datangnya hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya, tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim.”
Keempat, surat Al-Baqarah ayat 261. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah SWT adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala yang mereka tabur) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”
Hadis Nabi – Anjuran Berinfaq
Adapun dari sisi hadis, nampak bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga memerintahkan agar umatnya berinfaq. Di antaranya kita temukan di periwayatan berikut:
Pertama, Imam Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dengan menyampaikan firman Allah, “Berinfaqlah, niscaya Aku akan menafkahimu” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Majah).
Kedua, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Infaqkanlah (sebanyak mungkin), jangan menghitungnya, (jika menghitungnya) maka Allah akan memberimu dengan hitung-hitungan” (HR. Muttafaq Alaih).
Ketiga, dalam hadis Bukhari dijelaskan bahwa setiap umat Islam yang suka berinfaq akan mendapatkan doa dari malaikat. “Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, ‘Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfaq (rajin memberi nafkah pada keluarga).’ Malaikat yang lain berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah)’” (HR. Bukhari).
Berdasarkan dalil-dalil di atas, tentunya kita tak ragu lagi untuk menginfaqkan harta kita di jalan Allah. Apalagi setiap harta yang diinfaqkan, kelak berpulang kepada sang pemberi.
8 Hikmah di Balik Berinfaq
Berinfaq memiliki berbagai hikmah yang mendalam bagi umat Islam. Beberapa hikmah tersebut antara lain:
1. Meningkatkan Ketaqwaan
Berinfaq merupakan salah satu bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah menjanjikan pahala besar bagi mereka yang ikhlas berinfaq dengan penuh keimanan. Berinfaq juga merupakan cara untuk menunjukkan ketaqwaan kepada-Nya.
2. Menumbuhkan Rasa Empati dan Solidaritas
Dengan berinfaq, seseorang dapat merasakan penderitaan orang lain yang membutuhkan. Hal ini membangun rasa empati dan meningkatkan solidaritas sosial, mempererat ikatan sesama Muslim, serta menjaga keseimbangan dalam masyarakat.
3. Menghapus Dosa dan Membersihkan Harta
Berinfaq dapat membersihkan harta seseorang dari hal-hal yang tidak berkah. Dalam hadis disebutkan bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Ini menunjukkan pentingnya berinfaq sebagai cara untuk mendapatkan keberkahan dan menghapus dosa-dosa kecil.
4. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda
Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan pahala berlipat ganda bagi orang yang berinfaq. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus akan dibalas oleh Allah, bahkan bisa lebih dari yang diharapkan.
5. Menjaga Keseimbangan Ekonomi
Berinfaq membantu meringankan beban ekonomi orang-orang yang kurang mampu. Dengan cara ini, kesenjangan sosial dan ekonomi dapat dikurangi, dan keadilan sosial terwujud di masyarakat.
6. Meningkatkan Rasa Syukur
Berinfaq juga mengajarkan umat Islam untuk selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya. Dengan berbagi rezeki kepada orang lain, seseorang dapat merasakan betapa besar karunia Allah subhanahu wa ta’ala dan memperkuat rasa syukur dalam diri.
7. Mendapatkan Keberkahan Dalam Hidup
Salah satu hikmah berinfaq adalah mendapatkan keberkahan dalam hidup. Harta yang diinfaqkan tidak akan berkurang, malah akan bertambah dan mendatangkan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.
8. Meningkatkan Kehidupan Sosial Yang Sehat
Berinfaq dapat membangun hubungan sosial yang lebih harmonis, mengurangi ketegangan sosial, dan menciptakan lingkungan yang saling mendukung antara satu dengan lainnya.
Secara keseluruhan, berinfaq membawa manfaat bagi pribadi yang berinfaq dan masyarakat secara umum, serta menjadi sarana untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Jadi, berinfaq yuk!