Infaq Untuk Ifthar Ramadhan

Bagikan artikel ini:

Infaq Ramadhan – Bahagia itu hadir tak selalu karena harta dan tahta. Ada bahagia tersebab hal sederhana tapi sangat bermakna. Yaitu ketika seorang hamba yang sedang berpuasa bersua dengan waktu berbuka. Wajar bila ifthar (berbuka puasa) sangat didamba di bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika berbuka, dan saat  berjumpa Rabbnya bahagia karena puasanya” (HR. Bukhari Muslim).

Kebahagiaan berbuka bagi orang berpuasa, tentu bukan berarti ia tidak menyukai ibadah yang dilakukannya. Namun kebahagiaan itu lahir dari nikmatnya menjalankan salah satu ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kebahagiaan ini adalah tanda keimanan yang terpancang dalam hatinya. Pun kesadaran mendalam terhadap ketaatan yang dapat mengangkat derajatnya di sisi Allah. Inilah hakikat kebahagiaan orang beriman.

Sebagaimana mereka berbahagia di dunia dengan karunia Allah, iman, dan amal shalih, di akhirat pun mereka berbahagia ketika mendapatkan pahala saat bertemu dengan-Nya. Inilah kebahagiaan yang sangat besar di akhirat. Yaitu menghadap Allah dalam keadaan tidak takut terkena azab yang sangat berat, pun dimasukkan ke surga-Nya, kenikmatan abadi yang tidak ada bandingannya di dunia ini. Pertemuan dengan Allah adalah keniscayaan hidup yang diyakini oleh orang beriman.

Bila kita ingin merasakan bahagia sekaligus mendapatkan pahala berlipat ganda di waktu buka puasa, ada cara mudah lho! Yaitu dengan memberikan infaq ifthar Ramadhan. Anda bisa menyumbang untuk Program Amazing Sedekah (Sedekahapa.com) yatu Sedekah Makan Spesial Ramadhan, misalnya. Lantas, apa sajakah keutamaan berinfaq untuk ifthar?

Keutamaan Infaq Ramadhan untuk Ifthar

Berikut beberapa keutamaan yang akan diraih oleh seorang Muslim saat berinfaq bagi orang berbuka puasa.

1. Mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang berpuasa itu sedikit pun juga” (HR. Tirmidzi).

2. Meraih pahala meski hanya sebutir kurma

Keutamaan infaq ifthar juga berlaku terhadap benda sekecil apa pun yang disumbangkan. Merujuk pada ‘Syarah Riyadhus Shalihin jilid 3’, sebuah hadis menjelaskan tanya jawab para sahabat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Para sahabat bertanya, ‘Tidak semua orang di antara kami yang punya makanan untuk diberikan kepada orang yang puasa.’ Rasulullah menjawab, ‘Allah memberikan pahala ini kepada orang yang memberi makan orang yang berpuasa, meskipun dengan sebutir kurma, seteguk minuman, atau sepotong roti’.”

3. Rezekinya diganti oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Orang yang berinfaq untuk ifthar Ramadhan akan mendapatkan ganjaran dari Allah, salah satunya diganti dalam bentuk rezeki.

Allah ta’ala berfirman,

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.’ Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki” (QS. Saba’: 39).

4. Doanya mudah dikabulkan

Keutamaan infaq ifthar dapat diraih oleh kedua belah pihak, baik yang memberi makan maupun menyantap makanannya. Apalagi doa orang yang berbuka puasa mudah dikabulkan oleh Allah. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi. “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak, yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan orang yang terzalimi” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Infaq Iftar Ramadhan – Amazing Sedekah

5. Diampuni dosa-dosanya

Memberi infaq untuk ifthar juga dapat diampuni dosa-dosanya. Dalam buku ‘Syarah Riyadhus Shalihin jilid 3’ karya Imam an-Nawawi, dijelaskan bahwa ada hadis tentang keutamaan memberi makan orang berpuasa yaitu diampuni dosa-dosanya.

Sebagaimana riwayat Ibnu Khuzaimah bahwa, “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, pembebas baginya dari api neraka, dan baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.”

6. Didoakan oleh malaikat

“Dari Ummu Umarah al-Anshariyah radiyallahu ‘anha, bahwa Nabi datang ke rumah Ummu Umarah lalu ia menghidangkan makanan untuk beliau. Kemudian beliau bersabda, ‘Makanlah, ya Ummu Umarah.’ Ia menjawab, ‘Aku sedang berpuasa.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya orang yang berpuasa itu selalu didoakan oleh malaikat, jika ada orang makan di tempatnya sampai selesai makan.’ Atau beliau bersabda, ‘Sampai orang yang makan itu merasa kenyang'” (HR. at-Tirmidzi).

Sunah-Sunah Berbuka Puasa – Infaq Ramadhan

Ada berbagai sunah puasa yang dianjurkan untuk dilakukan agar ibadah di bulan Ramadan semakin sempurna. Sunah ini bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperbanyak pahala selama Ramadhan. Apa sajakah sunah dalam ifthar puasa yang sebaiknya dilakukan? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Menyegerakan berbuka

Dianjurkan untuk bersegera berbuka puasa ketika matahari terbenam. Dari Umar bin Khathab radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Jika datang malam dari sini, dan telah pergi siang dari sini, dan terbenam matahari, maka orang yang berpuasa boleh berbuka” (HR. Bukhari Muslim).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Nabi  shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (HR. Ibnu Majah).

2. Berbuka puasa dengan kurma

Pilihan pertama untuk berbuka puasa adalah ruthab (kurma segar). Jika tidak ada, dengan beberapa butir tamr (kurma kering). Bila tidak ada maka dengan beberapa teguk air putih.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Biasanya Rasulullah berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) sebelum shalat. Jika beliau tidak punya ruthab, maka dengan tamr (kurma kering). Jika beliau tidak punya tamr, maka dengan beberapa teguk air” (HR. Abu Daud).

Maka kurang tepat mendahulukan makanan atau minuman lain sebelum kurma atau air putih. Bukan berarti tidak boleh, namun perbuatan demikian kurang meneladani Nabi shallallahu ’alaihi wasallam ketika berbuka.  Dan perlu diketahui, sama sekali tidak ada hadis “berbukalah dengan yang manis” atau yang semakna dengannya.

3. Membaca doa berbuka puasa

Ibnu Umar radhiyallahu ’anhu berkata,

 “Biasanya Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam jika berbuka beliau berdoa: dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah (telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insya Allah)” (HR. Abu Daud dan an-Nasa’i).

Baca Juga: Pahala Infaq di Bulan Ramadhan

4. Memperbanyak berdoa ketika berbuka puasa.

Karena waktu berbuka puasa adalah waktu mustajab berdoa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).

Demikian keutamaan berinfaq untuk ifthar Ramadhan, berikut sunah yang dianjurkan untuk dilakukan saat ifthar. Mengingat keutamaannya yang amazing, yuk berikan infaq terbaik bagi ifthar Ramadhan!

Bagikan artikel ini:

Baca Juga