Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqoh

Bagikan artikel ini:

Infaq Ramadhan – Zakat, Infaq dan shodaqoh. Tiga istilah yang sudah tak asing bagi umat Islam di negeri berpenduduk mayoritas Muslim ini. Banyak orang Islam telah menunaikan ketiga amal shalih tersebut. Bahkan berbagai macam lembaga sosial kemanusiaan terbentuk untuk mengelola ketiganya demi kemaslahatan umat. Namun, seringkali masyarakat bingung apa perbedaan antara zakat, infaq, dan shodaqoh tersebut. Anda juga bingungkah? Mari kita awali dengan memahami definisi dari setiap istilah.

Definisi Zakat

Seorang Muslim wajib mengeluarkan zakatnya. Kalimat ini sering kita dengar. Zakat bukan hal asing atau mengherankan bagi umat Muslim. Sebab  termasuk rukun Islam ketiga setelah syahadat dan shalat.

Lantas apa pengertian zakat? Menurut fikih Islam, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan dari kekayaan orang-orang kaya untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, dan pelaksanaannya terikat pada aturan syariat. Sedangkan dalam Islam secara umum, zakat artinya sebagian harta yang wajib diberikan kepada orang-orang tertentu dengan syarat-syarat tertentu.

Berzakat berarti menyucikan harta yang kita miliki. Dengan membayar zakat, orang kaya mendistribusikan sebagian hartanya kepada dhuafa sebagai hak mereka. Dengan berzakat, seseorang menyucikan hati dan dirinya, serta melakukan tindakan yang benar dan memperoleh rahmat-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala juga menjanjikan bahwa barangsiapa yang berzakat maka hartanya akan bertambah.

Definisi Infaq

Dalam Bahasa Arab, kata infaq (al-infaq) seakar dan semakna dengan kata nafkah (al-nafaqah) dan al-mashruf. Kata-kata tersebut memiliki arti biaya (cost), belanja, dan terutama pengeluaran uang, atau uang yang dibelanjakan.

Dalam istilah sehari-hari, kata nafkah umum digunakan untuk pembiayaan hidup keluarga yang lazimnya dikeluarkan oleh suami atau ayah. Sementara kata infaq biasa digunakan untuk menyebut pengeluaran sisa-sisa uang belanja yang jumlahnya tidak seberapa (kecil). Atau juga digunakan untuk menyebut pembayaran suatu barang atau jasa yang harganya tergolong kecil, misalnya membayar untuk toilet umum atau jasa pijat urut.

Infaq berarti harta yang dibelanjakan, baik itu besar maupun kecil. Berinfaq dilakukan dengan harta benda berbentuk materi. Setiap orang bisa mengeluarkannya. Baik mereka yang berpenghasilan tinggi ataupun rendah. Infaq juga tidak harus diberikan kepada golongan tertentu (mustahik) seperti ketentuan zakat. Infaq boleh diberikan kepada siapa pun, misalnya orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, atau orang-orang yang sedang dalam perjalanan.

Dengan demikian, infaq adalah amal sosial yang dilakukan secara sukarela oleh seseorang dan diberikan kebebasan kepada mereka untuk menentukan jenis harta dan kadar harta yang ingin dikeluarkan. Jadi, sifat infaq lebih umum daripada zakat.

Definisi Shodaqoh

Shodaqoh berasal dari kata shadaqa yang berarti “benar”. Maka, orang yang bersedekah adalah orang yang benar imannya. Pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq. Perbedaannya adalah infaq hanya berkaitan dengan materiil. Sementara sedekah memiliki arti yang lebih luas, menyangkut juga hal yang bersifat nonmateriil.

Shodaqoh adalah pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin. Sedekah bisa dilakukan pada setiap kesempatan dan tidak ditentukan baik jenis, jumlah, maupun waktunya—tidak seperti zakat.

Secara umum shodaqoh adalah harta atau nonharta yang dikeluarkan seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umat. Artinya, shodaqoh bisa dilakukan dengan apa pun yang dimiliki, termasuk wajah yang ceria dan senyuman. Itu semua dapat bernilai sedekah seperti yang tersebut dalam hadis berikut. Dari Abi Dzar berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Senyumanmu di hadapan wajah saudaramu bernilai sedekah untukmu” (HR. Ibnu Hibban).

Perbedaan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh

Dari penjelasan di atas, dapat ditemukan persamaan sekaligus perbedaan zakat, infaq, dan shodaqoh. Zakat, infaq, dan shodaqoh sama-sama mengeluarkan sebagian harta serta membelanjakannya di jalan Allah. Ketiganya ditujukan untuk berbuat kebaikan, membantu orang-orang yang kesulitan, dan mendukung agar kualitas hidup kaum miskin dapat meningkat.  Semua dilakukan agar seluruh masyarakat Muslim menjalani hidup bahagia dan sejahtera. Ketiganya memiliki timbal balik pahala serta balasan surga dari Allah ta’ala.

Sementara perbedaan zakat, infaq, dan shodaqoh mencakup sejumlah hal, antara lain:

Pertama, zakat ditentukan besarannya, sementara infaq dan shodaqoh tidak.

Kedua, zakat ada nisab (ukuran harta yang wajib dizakati), sementara infaq dan shodaqoh tak mengenal nisab.

Ketiga, zakat harus diberikan kepada mustahik yang termasuk ke dalam delapan asnaf yaitu: fakir, miskin, riqab (hamba sahaya), gharimin, mualaf, fii sabilillah, ibnu sabil, dan amil zakat. Adapun infaq dan shodaqoh boleh diberikan pada siapa saja.

Keempat, zakat biasanya dikeluarkan oleh orang-orang kaya atau mampu, sedangkan infaq dan shodaqoh bisa dilakukan siapa saja, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah.

Kelima, shodaqoh sama dengan infaq dalam hukum dan ketentuan-ketentuan syariatnya. Namun infaq berkaitan dengan materiil, sementara shodaqoh lebih luas, bisa dilakukan dengan hal-hal nonmateriil seperti senyuman.

Keenam, zakat hukumnya wajib, sedangkan infaq dan shodaqoh hukumnya sunah.

Demikian persamaan dan perbedaan antara zakat, infaq, dan shodaqoh. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan keluasan rezeki pada kita sehingga berkesempatan untuk menunaikan ketiganya secara optimal. Aamiin.

Bagikan artikel ini:

Baca Juga